28 April, 2008

Anak Muda, Waspadai Serangan Jantung

GAYA hidup kaum muda, seperti jarang berolahraga, merokok, makan makanan berkolesterol tinggi, dan jam kerja terlalu tinggi, mengakibatkan mereka rentan terhadap penyakit jantung. Padahal, penyakit jantung masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu.

Sri Lestari Sudiro, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers menyambut acara Malam Dana Yayasan Jantung Indonesia di Kota Semarang, Senin (28/4). Penggalangan dana untuk penderita penyakit jantug itu akan di selenggarakan di Hotel Patra Jasa Semarang pada Sabtu (3/5) mendatang.

Menurut Sri, seiring banyaknya kaum muda berpenghasilan tinggi, gaya hidup mereka berkontribusi terhadap risiko serangan penyakit jantung. Pola makanan yang tak sehat, yaitu kerap memakan makanan berkolesterol tinggi, misalnya, menjadi salah satu pemicu serangan penyakit jantung.

Selain makanan, kecenderungan anak muda sekarang malas berolah raga. "Untuk naik ke lantai yang tidak terlalu tinggi saja mereka menggunakan lift. Padahal, lebih sehat jika menggunakan anak tangga, " ujar Sri.

Agung Sudarmanto, dokter penyuluh penyakit jantung Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah, mengatakan, beberapa hal yang potensial menyebabkan penyakit jantung adalah kegemukan, tekanan darah tinggi, merokok, dan stres.

"Penyebab lainnya adalah kencing manis dan faktor keturunan. Selain itu, usia di atas 50 tahun rentan terkena penyakit jantung, " jelas Agung.

Sebagai tindakan pencegahan penyakit jantung, Yayasan Jantung Indonesia mengkampanyekan gerakan SEHAT. SEHAT yang dimaksud adalah Seimbang gizi, Enyahkan rokok, Hindari Stres, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolahraga.

Sri mengatakan, pada malam penggalangan dana nanti , hasilnya akan disumbangkan kepada penderita penyakit jantung dari keluarga miskin. Hingga saat ini, Yayasan Jantung Indonesia telah membantu 70 pasien penyakit jantung untuk mendapatkan pengobatan gratis.

Pasien penyakit jantung dari keluarga miskin bisa mengajukan bantuan pengobatan kepada yayasan kami. Syaratnya, harus ada keterangan tidak mampu dari RT/RW dan kelurahan. Selanjutnya, oleh tim dokter kami akan didiagnosa penyakitnya terlebih dahulu, jelas Sri.

Menurut Medical Staff Division Rmah Sakit Telogorejo Agus Harjono, setidaknya dua pasien penyakit jantung dioperasi di RS Telogorejo setiap bulannya. Untuk pemeriksaan jantung, hampir setiap hari ada pasien yang memeriksakan diri. (kcm)