Ditambahkan Ramli, saat UN berlangsung kebanyakan siswa yang tidak datang justru tanpa pemberitahuan alias absen. “Peserta SMK 3 contohnya, 7 siswanya tidak hadir saat UN namun pihak sekolah tidak ada melapor ke sub-rayon sehingga dinaspun tidak menyelenggarakan ujian susulan untuk mereka,” ujarnya.
Dijelaskannya, bahwa jadwal UN susulan tidak berbeda dengan saat UN berlangsung Senin (22/4) lalu. Dimana, ketika peserta berhalangan pada hari kedua UN, ujian susulan bagi peserta tersebut diselenggarakan pada hari kedua pula atau hari ini (Selasa 29/4).
Sedangkan tempat penyelenggaraan UN susulan, Ramli mengaku tergantung banyaknya siswa. Namun seperti pengalaman UN tahun lalu, UN susulan diselenggarakan di Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Siantar. Sedangkan soal untuk peserta yang ikut UN susulan, jelas berbeda dengan soal UN yang sudah dilaksanakan. “Kita harus buat berita acara dulu baru bisa membukanya dan mengetahui jumlah soal,” aku Ramli.
Pihaknya berharap, agar peserta yang tidak penuh mengikuti UN untuk mengikuti UN susulan. Walau, peserta kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit, pihaknya siap memfasilitasi peserta untuk dapat melaksanakan UN susulan. “Peserta yang baca soal, kami melingkari jawaban sesuai permintaan jawaban peserta,” ujar Ramli.. (dho)